Ide Bisnis Archives

ide bisnis

Nah, pada halaman blog, kamu bisa memasangkan iklan online yang akan menjadi sumber pendapatan dari halaman blog milikmu. Binis Hangover Helpers ini diciptakan oleh dua orang mahasiswa, Regis dan Kelly, untuk membantu orang-orang yang mabuk berat.

Banyak mekanisme yang bisa kamu terapkan dalam metode ini. Kamu baru tahu nih jika Intellectual Property itu bisa banget untuk dikomersialisasikan? Mungkin kamu akan lebih familiar dengan istilah paten daripada Intellectual Property? Selain itu, mekanisme subscribe juga sedang naik daun nih. Pengusaha paham betul, jika tidak semua orang membutuhkan “nilai” dari sesuatu secara menyeluruh.

Misalkan saja, kamu dan teman-temanmu berpesta dan mabuk-mabukan semalaman. Kamu yang terlalu teler untuk mengurus dirimu sendiri, bisa minta bantuan dari Hangover Helpers. Mereka akan muncul di rumahmu dengan sarapan sehat yang bisa membantumu pulih dari pengaruh alkohol. Singkatnya, mereka bertanggung jawab mengurusmu yang sedang teler berat sampai kamu bisa berdiri sendiri.

ide bisnis

Oleh karena itu, dalam implementasi teknologi otomatisasi dalam bisnis digital itu tidak bisa secara cepat dan tiba-tiba. Yap, bisnis digital kamu boleh mengelola data user & konsumen asalkan user & konsumen menyetujuinya. Dengan banyaknya kasus penyalahgunaan data / informasi di Internet, European Union telah membuat GDPR untuk melindungi data user & konsumen di Internet. Website – website SoftwareSeni sudah menerapkan tersebut dengan memberikan opsi “menyetujui / tidak” untuk SoftwareSeni membaca aktivitas user alias konsumen di dalam website – website SoftwareSeni.

Meski kesannya super tidak masuk akal, tapi bisnis ini sudah masuk ke majalah Forbes loh. Komunitas yang cukup kuat terhadap isu kesehatan mental ini penting. Selain memperkuat pondasi bisnis digital, kamu juga perlu komunitas untuk membantu pengembangan platform. Bisa juga komunitas biasa yang memang punya concern tentang mental health. Sekuat itu kah?

Yes, komunitas memang punya “magic” dalam bisnis digital di Indonesia. Lihatlah bagaimana perusahaan Gojek membangun komunitas ojek online yang cukup solid. Memang, mitra ojek bukan satu-satunya penentu, namun mereka punya “bargaining power” yang cukup kuat dalam bisnis Gojek. Intinya adalah bagaimana bisa tetap menjaga cashflow bisnis digital kamu tetap baik.

Daripada kamu harus membeli lepas CD seharga 100 ribu rupiah per film, lebih baik kamu menyewa 20 ribu per film. Kedua, kamu akan jenuh menonton film Harry Potter yang sama berulang kali. Bagaimana jadinya jika perusahaan kamu tidak mampu mengoperasikan teknologi otomatisasi dengan optimal? Atau bahkan bagaimana jika user / konsumen justru kebingungan dalam menggunakan produk digital dengan teknologi otomatisasi yang terlalu mutakhir?